Wisata kuliner Surabaya

Surabaya bukan hanya menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia, tapi juga menjadi surganya pecinta kuliner. Beragam masakan dengan rasa yang variatif bisa dengan mudah kamu temukan di setiap sudut kota Surabaya. Yang lebih spesial lagi, makanan khas Surabaya jumlahnya bisa sampai puluhan.

Maka dari itu, berwisata kuliner di Surabaya tidak akan bisa dijalani hanya dalam waktu satu hari. Butuh setidaknya seminggu untuk kamu bisa mencicipi beragam menu makanan khas Surabaya di berbagai sudut, mulai dari restoran ternama, resto, bistro dan kafe, hingga warung makan pinggir jalan, atau bahkan hanya berbentuk kedai kecil di gang yang sempit atau malah sekadar dipikul.

Namun, jika kamu tidak memiliki banyak waktu berwisata kuliner di Kota Pahlawan, tidak ada salahnya melihat daftar makanan khas Surabaya yang layak masuk dalam daftar prioritas untuk, setidaknya, dicicipi. Dijamin, 15 menu makanan khas Surabaya itu akan membuat kamu tidak sabar kembali dan merasakan makanan lainnya lagi.

1. Sate yang tidak biasa Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih

Kelapa dibikin sate? Bagi yang belum mencoba mungkin bakal berpikir seperti itu, padahal sate ini berasal dari daging sapi yang diiris tipis dan diberikan lumuran kelapa sebelum kemudian dibakar. Rasanya? Well, kamu yang penasaran harus mencobanya langsung!

Sate Klopo Bu Asih
Lokasi: Jl. Walikota Mustajab No.36, Ketabang, Genteng, Surabaya
Harga: Mulai dari 17,000 hingga 18,000 IDR per porsi

2. Kuliner malam yang maknyus –Sego Sambel Mak Yeye

Kalau mau mencoba kuliner pedas khas Surabaya, kunjungi saja Sego Sambel Mak Yeye di daerah Jagir, Wonokromo, yang buka menjelang tengah malam dan tutup saat subuh. Karena kekhasan rasa dan pedas, serta condiment yang ada, kamu mungkin harus antri selama beberapa waktu untuk bisa mendapatkan sepiring nasi sambel dengan ikan pari sebagai lauk utamanya. Slurp!

Sego Sambel Mak Yeye
Lokasi: Jl. Jagir Wonokromo Wetan No.12, Jagir, Wonokromo, Surabaya
Harga: Mulai dari 15,000 IDR untuk seporsi nasi sambel dengan ikan pari, telur dan tempe goreng.

3. Kearifan lokal yang melegenda –Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Lontong balap Pak Gendut adalah salah satu bukti nyata hasil dari kerja keras, konsistensi dan kearifan lokal karena kini hidangan mereka adalah salah satu kuliner paling melegenda di Surabaya. Berdiri sejak 1958, lontong balap Pak Gendut telah menjaga rasa dan kualitas, yang membuat pelanggannya terus datang kembali.

Lontong Balap Pak Gendut
Lokasi: Jalan Prof. Dr. Moestopo 11, Surabaya
Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi

4. Kuliner asli Suroboyo, rek! Rujak Cingur Ahmad Jais

Makanan khas Surabaya identiknya dengan rujak cingur dan salah satu spot terbaik mendapatkan kuliner ini ada di daerah Genteng. Di warung Ahmad Jais, rujak cingur yang disajikan memiliki kekhasan tersendiri. Mulai dari setiap bahan di dalamnya, kamu bisa merasakan bahan pilihan terbaik di setiap suapan. Untuk mendapatkanya, siap-siap juga menunggu lumayan lama karena biasanya selalu ada antrian meskipun harganya di atas harga rujak cingur di tempat lain.

Rujak Cingur Ahmad Jais
Lokasi: Jalan Achmad Jais No.40, Peneleh, Genteng, Peneleh, Genteng, Surabaya
Harga: Mulai dari 45,000 per porsi

5. Menyesapi kenikmatan di rongga cangkang Warung Kepiting Cak Gundul

Makan kepiting memang sedikit ribet. Dibutuhkan sedikit upaya untuk bisa menikmati setiap daging di rongga cangkangnya. Agar hasil yang didapatkan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan, kamu harus coba Kepiting Cak Gundul di wilayah Suko Manunggal karena mulai dari rasa, sensasi hingga kenikmatan yang didapat berkualitas nomor satu. Nyam nyam!

Kepiting Cak Gundul 1992
Lokasi: Jalan Raya Kupang Indah No. 45 C-D, Sonokwijenan, Suko Manunggal, Sonokwijenan, Suko Manunggal, Surabaya
Harga: Mulai dari 13,500 hingga 27,000 IDR per 100 gram

6. Kuliner segar berkuah Tahu Campur Kalasan

Salah satu warung pinggir jalan yang harus kalian datangi di Surabaya adalah Tahu Campur Kalasan H Abd Machmud. Disana, kamu akan mendapatkan kuliner yang segar berkuah dan hangat dan so pasti bergizi karena banyaknya sayuran dan sumber protein dalam sajiannya. Mulai dari selada, taoge, juga daging, tahu dan perkedel ubi atau yang biasa disebut lentho. Dijamin nambah!

Tahu Campur Kalasan
Lokasi: Jl. Kalasan No.16, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya
Harga: Mulai dari 20,000 IDR per porsi

7. Kuliner minimalis rasa eksklusif –Tahu Telor & Tahu Tek Pak Jayen

Bisa tidak membayangkan, tahu potong dadu yang diaduk di kocokan telur, kemudian digoreng, dan setelahnya dipotong dengan gunting, digabungkan dengan taoge, kentang dan kemudian diguyur saus kacang pedas ditambah petis khas Surabaya dan tambahan kerupuk yang kriuk? Tidak perlu membayangkan dan berliur seperti itu, langsung saja datangi Tahu Tek dan Tahu Telor Pak Jayen di daerah Gubeng dan rasakan langsung kenikmatannya.

Tahu Telor Pak Jayen
Lokasi: Jalan Dharmahusada No. 112, Mojo, Gubeng, Mojo, Gubeng, Surabaya
Harga: Mulai dari 11,000 hingga 13,00 IDR per porsi

8. Tidak menakutkan, tapi mengesankan Rawon Setan

Rawon menjadi salah satu hidangan kuah khas Surabaya yang paling dicari. Kekhasan warna dan rasa menjadi alasannya. Tapi khusus di Rawon Setan Embong Malang, kamu akan mendapatkan sensasi lebih, mulai dari potongan daging dalam ukuran yang besar, kuah yang segar dan melimpah serta sayuran segar untuk menambah kenikmatan. Saat memasuki restorannya, kamu akan melihat sederetan foto-foto artis ibu kota dan gubernur yang sudah pernah singgah di Rawon Setan. Karena popularitasnya, banyak sekali restoran yang mencoba menggunakan nama ‘Rawon Setan’ tapi jangan tertipu ya. Rawon Setan tidak buka cabang lain!

Rawon Setan
Lokasi: Jl. Embong Malang No. 78I, Genteng, Surabaya
Harga: Mulai dari 12,000 hingga 30,000 IDR per porsi

9. Pecel ala Surabaya Semanggi Taman Bungkul

Jika Madiun terkenal dengan pecelnya, maka Surabaya bisa dikenal dengan Semanggi untuk hidangan ‘salad with peanut sauce‘-nya, selain gado-gado, lho ya! Saat ini cukup sulit untuk bisa menemukan penjual semanggi di Surabaya karena minimnya bahan baku daun semanggi.

Namun jika kamu ingin mencoba, cari saja penjual yang ikonik sekali: Wanita yang membawa keranjang dengan kain jarit dan nyunggi keranjang lainnya di kepala sambil meneriakkan dagangannya dengan lantang, ”Semanggi!”, tidak ada salahnya memanggil dan mencicipinya. Pecel semanggi ditambah kerupuk uli sebagai ‘sendok’ dan disajikan dengan pincuk, memiliki sensasi dan rasa yang istimewa. Jika kamu tidak sabar untuk segera mencicipinya, mungkin bisa langsung ke Taman Bungkul, Surabaya.

Semanggi Surabaya
Lokasi: Jl. Taman Bungkul, Darmo, Wonokromo, Darmo, Wonokromo, Surabaya
Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi

10. Hidangan khas dari tetangga Surabaya Bebek Goreng Sinjay

Jika kamu ingin makan bebek yang khas, kunjungi tetangga Surabaya yaitu Madura, tepatnya di daerah Bangkalan yang kurang lebih satu jam dari pusat kota Surabaya. Di sini, kamu bisa menikmati beragam sajian bebek, mulai dari goreng hingga bakar. Karena menjadi jujukan utama wisatawan dari luar Madura, tidak jarang terlihat antrian panjang untuk bisa mendapatkan seporsi bebek goreng yang laziz. Menurut kamu, kuliner ini layak ga dimasukkan dalam daftar makanan khas Surabaya?

Bebek Sinjay Madura
Lokasi: Jl. Raya Ketengan No.45, Tunjung, Burneh, Tunjung, Burneh, Kabupaten Bangkalan
Harga: Mulai dari 25,000 IDR per porsi

Surabaya, Kota Pahlawan Dengan Sejuta Taman

Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Selain menjadi kota terbesar, Surabaya juga menjadi pusat peradaban sejak zaman kolonial Belanda. Karena peristiwa sejarah di masa lalu, Surabaya dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan.

Selain terkenal dengan sejarahnya, posisi geografis yang terletak di dekat pantai juga membuat kota ini mempunyai banyak lokasi wisata.

Salah satu spot yang tidak boleh dilewatkan adalah taman. Taman di Surabaya sangat banyak dan indah

Ada beberapa jenis taman di Surabaya. Salah satu jenisnya adalah taman aktif dimana pemerintah menyediakan fasilitas berupa playground dan beberapa rute untuk jalan-jalan dan untuk menghabiskan waktu secara produktif.

Oleh karena itu, jangan sampaitraveling ke Kota Pahlawan ini tanpa mengunjungi taman-tamannya.

Area Fotografi di Surabaya Yang Sangat Cantik

Taman-taman di Surabaya tidak hanya indah, tetapi juga terawat. Tidak heran, banyak orang yang melewatkan waktu untuk bersantai di sana.

Bukan hanya cocok untuk merelaksasi pikiran, taman-taman di Surabaya juga sangatrecommended untuk digunakan berfoto baik selfie maupun untuk foto model.

Karena keindahan dan kerapihannya, latar belakang taman di Surabaya sangat cocok dijadikan objek foto yang instagramable. Taman di Surabaya yang Sangat Cantik dan Cocok Untuk Foto Instagram

Setidaknya ada 27 taman di Surabaya yang sangat cantik dan cocok untuk foto instagram. Karena variasi dari tata letak, desain serta konsepnya, hampir tidak ada taman yang memiliki kemiripan arsitektur terlalu identik.

Semua taman memiliki ciri khas masing-masing. Karena itu, rasanya sulit untuk memilih satu diantara 27 taman indah yang cantik di bawah ini.

Taman di Surabaya 1: Taman Harmoni Keputih

Taman Harmoni Keputih ini sebenarnya merupakan nama lokasi. Taman ini memiliki julukan lain yaitu Taman Sakura. Nama Taman Sakura berkaitan dengan keberadaan tanaman bunga sakura di objek wisata ini.

Alamat Taman Sakura adalah di Jalan Keputih Tegal Timur No. 241, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Dengan melihat keindahan dan kebersihannya, tidak akan ada yang menyangka bahwa taman ini merupakan bekas tempat pembuangan sampah di daerah tersebut.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini telah “menyulap” Taman Harmoni menjadi ruang terbuka hijau yang cocok untuk objek foto.

Taman di Surabaya 2: Taman Wonorejo

Taman Wonorejo disebut juga Kebun Bibit Wonorejo. Objek wisata ini berada di Rungkut, Wonorejo. Luas area Taman Wonorejo kurang lebih 6 hektare dengan aneka bibit-bibit tanaman sejauh mata memandang.

Selain banyak tanaman yang membuat nyaman, di lokasi ini juga terdapat sebuah danau. Danau Taman Wonorejo sangat cantik dan cocok untuk objek foto Instagram.

Tidak heran, banyak pasangan yang memanfaatkannya untuk mengambil foto prewedding. Tidak hanya itu, ada pula area jogging dan refleksi kaki serta playground yang tidak dikenakan biaya apapun.

Taman di Surabaya 3: Taman Kunang-kunang

Bentuk kunang-kunang dalam lampu seolah memberikan kehangatan tersendiri pada setiap jepretan foto yang diambil pada lokasi ini.

Memang, Taman Kunang-kunang tidak memiliki koleksi kunang-kunang asli karena semakin jarang ditemukan hewan tersebut di kota besar. Tetapi keberadaan lampu yang terang di malam hari akan sangat mengesankan dan indah.

Sebaiknya pengunjung mengambil waktu untuk berfoto pada malam hari. Karena keindahan taman ini lebih mutlak jika diabadikan di malam hari. Sesuaikan kapasitas pencahayaan kamera dengan keadaan.

Taman di Surabaya 4: Taman Flora Bratang

Taman Flora Bratang adalah lokasi yang dipenuhi oleh tanaman-tanaman. Selain memiliki kekayaan alam hayati dengan keanekaragaman flora, lokasi ini juga sangat sejuk dan indah.

Jadi, jika belum sempat pergi ke kebun raya, maka lokasi ini bisa menjadi penawar keinginan tersebut.

Karena banyak jenis tumbuhan di sana, maka traveler yang datang bukan hanya untuk berfoto saja. Banyak juga yang melakukan studi banding dan penelitian di lokasi ini. Selain teduh, areanya juga nyaman dan bersih.

Tidak hanya itu, di Taman Flora Bratang juga disediakan area ibadah sehingga lebih memudahkan pengunjung yang ingin berlama-lama di sana.

Taman di Surabaya 5: Taman Surya

Taman Surya Surabaya dibangun sejak Balai Kota Surabaya berdiri. Alamat lokasi fotografi yang satu ini berada di Jalan Taman Surya No. 1.

Kebahagiaan anak-anak yang bermain sangat menarik untuk menjadi latar belakang foto. Bagaimana tidak, taman ramah anak ini mempunyai area sepatu roda yang khusus dibuat dengan keramik. Jadi, momen hiburan bagi anak-anak akan lebih seru.

Bentuk-bentuk fasilitas yang bisa ditemukan di objek wisata yang satu ini adalah air mancur utama, pojok air mancur kembar, air mancur menari, parkir meter, dan kursi taman.

Kelebihan dari fasilitas-fasilitas tersebut adalah akses parkir sudah berbasis elektronik dan air mancur aman bagi anak yang bermain.

Wisata sejarah di surabaya

Tidak sulit untuk menggambarkan betapa istimewanya kota Surabaya. Bagaimana tidak? Berbagai kenangan dan sejarah luar biasa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, menjadikan kota ini tidak ada duanya.

Bisa kita bilang, Surabaya adalah kota besar yang berdiri gagah, namun masih menyimpan sendu di tengah hiruk pikuknya. Ya, kesenduan setelah menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.

Tapi, itu tidak boleh jadi penghalang karena selalu ada alasan untuk mengunjungi kota metropolitan terbesar setelah Jakarta ini. Tidak heran juga kalau ada banyak tempat wisata di Surabaya yang bisa dikunjungi seluruh anggota keluarga.

“Sayang kon tok saklawase”.

Artinya, ‘sayang kamu saja selamanya’. Satu kalimat yang pas buat Surabaya. Sebenarnya, ada apa saja sih di sana sampai rasanya kita bisa jatuh cinta pada kunjungan pertama?

Yuk, kita simak ulasan lengkap tempat wisata sejarah di Surabaya yang wajib kita kunjungi setidaknya sekali seumur hidup!

1. Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya kalau jalan ke Surabaya tanpa berkunjung ke Tugu Pahlawan. Bisa dibilang, di sini adalah salah satu ikon kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan ini.

Tugu ini didirikan untuk memperingati pertempuran 10 November 1945 arek-arek Suroboyo melawan pasukan Sekutu. Di tugu ini kamu bisa menjelajahi museum yang juga berisi foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan.

Selain piknik tentunya, kamu juga bisa sekadar berkeliling di lahan sekitar tugu ini dan menikmati semilir angin di antara hamparan rumput hijau.

  • Jam operasional:
    07.00-15.00 WIB (Selasa-Jumat), 07.00-12.00 WIB (Sabtu-Minggu)
  • Alamat:
    Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan
  • Cara ke sini:
    Dari terminal JMP naik angkot Q warna merah trayek Bratang-JMP, turun di depan Tugu Pahlawan.

2. Klenteng sanggar agung

Saat liburan Imlek memang paling pas kalau berkunjung ke Klenteng Sanggar Agung. Konon, klenteng ini adalah tempat di mana Dewi Kwam Im menampakkan dirinya.

Klenteng ini sangat indah karena memang lokasinya yang terletak di pinggir pantai. Memang, biasanya klenteng terletak di tengah kota atau di dekat pemukiman warga.

Namun, klenteng yang berlokasi di Jalan Sukolilo 100, kompleks Pantai Ria Kenjeran ini memang sengaja dibangun di dekat pantai dan menyajikan pemandangan indah panorama hutan bakau yang bisa jadi spot foto yang oke.

  • Tiket masuk:
    Rp.10.000/ mobil, per 2 orang
  • Jam operasional:
    09.00-17.00
  • Cara ke sini:
    Dari terminal Purabaya Bungurasih naik bus Damri menuju terminal Joyoboyo. Dari terminal Joyoboyo naik angkutan umum Lyn R tujuan Kenjeran, turun di Klenteng Sanggar Agung.

3. house of Sampoerna

Sampoerna adalah sebuah perusahaan rokok legendaris dan tertua di Indonesia sejak masa kolonial Belanda. Untuk bisa mengetahui lebih banyak informasi tentang cikal bakal berjayanya perusahaan ini serta bagaimana perkembangan rokok di Indonesia secara lengkap, dibuatlah Museum House of Sampoerna ini.

Hal paling menarik di museum ini adalah pengunjung dapat melihat langsung kegiatan para pekerja pabrik atau pelinting rokok yang terkenal dengan kecepatan tangannya. Dalam satu jam, satu orang pekerja bisa melinting 325 batang rokok lho.

Selain galeri dan pameran seni, area museum ini pun dilengkapi dengan cafe serta toko suvenir. Desain arsitektur gedungnya pun dibuat sangat indah sehingga siapa pun yang datang akan merasa betah.

  • Jam operasional:
    Setiap hari (09.00 s.d. 22.00 WIB)
  • Tiket masuk:
    Gratis
  • Alamat:
    Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya
    Cara ke sini : Naik bus dari Terminal Purabaya menuju Jembatan Merah Plaza. Kalau sudah sampai sana, kamu bisa gunakan becak atau berjalan kaki menuju House of Sampoerna.

4. Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam atau lebih sering disebut Monkasel adalah salah satu bukti perjuangan pahlawan Indonesia saat melawan penjajah. Monumen ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu digunakan untuk operasi Trikora.

Melihat isi dari kapal selam ini bisa membuka wawasanmu tentang dunia angkatan laut. Selain itu, kamu pun bisa menyaksikan tayangan film tentang peristiwa pertempuran di Lautan Aru. Jangan lupa untuk ber-selfie ria saat di sini. Sebab, Monkasel adalah satu dari sekian banyak spot foto di Surabaya yang seru yang bisa dijadikan sebagai latar belakang foto.

  • Jam operasional:
    Setiap hari (08.00 s.d. 22.00 WIB)
  • Tiket masuk:
    Rp 10.000
  • Alamat:
    Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
    Cara ke sini : Naik angkutan kota menuju Stasiun Gubeng, Delta Plaza, atau WTC. Dari sana kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai Monkasel.

5. Jalan Tunjungan

Jejak sejarah sangat terasa di area Jalan Tunjungan ini. Tempat ini dikenal sebagai kawasan bisnis sejak masa penjajahan Belanda. Suasana Surabaya tempo dulu bisa kamu nikmati saat berjalan kaki di sekitar kawasan ini.

Salah satu bangunan tua yang masih bertahan dari dulu hingga sekarang adalah Gedung Siola yang kini menjadi Tunjungan Center. Kamu pun bisa mampir ke Hotel Majapahit yang jadi saksi pecahnya peristiwa 10 November 1945. Selain berwisata sejarah, kamu juga bisa hunting foto dan kulineran di lokasi satu ini.

  • Jam operasional:
    Setiap hari (24 jam)
    Khusus hari Minggu rutin diadakan Car Free Day sehingga kamu tak bisa membawa kendaraan saat ke sini
  • Tiket masuk:
    Gratis
  • Alamat:
    Jalan Tunjungan, Surabaya
  • Cara ke sini:
    Gunakan bis kota jurusan Jembatan Merah atau Oso Wilangun yang melewati Jalan Darmo. Rute balik kedua bis kota ini akan melewati Jalan Tunjungan.

6. Monumen Bambu Runcing

Bambu runcing sudah dikenal sebagai senjata tradisional tentara Indonesia untuk melawan penjajah. Bahkan digunakan pula saat peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya. Inilah yang jadi alasan dibuatnya Monumen Bambu Runcing.

Saat melihat Monumen Bambu Runcing kamu pasti langsung teringat akan besarnya perjuangan pahlawan untuk merebut kemerdekaan kita. Di sekeliling monumen ini ada air mancur, kolam buatan, serta taman dengan berbagai tanaman hias. Kawasan tempat wisata ini biasanya digunakan oleh traveler dan warga setempat untuk bersantai dan ber-selfie ria.

  • Jam operasional:
    Setiap hari (24 jam)
  • Tiket masuk:
    Gratis
  • Alamat:
    Jl. Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
  • Cara ke sini:
    Gunakan bis kota jurusan Jembatan Merah. Saat melewati Jalan Panglima Sudirman kamu bisa berhenti di halte terdekat dan berjalan kaki menuju monumen ini.