Tidak sulit untuk menggambarkan betapa istimewanya kota Surabaya. Bagaimana tidak? Berbagai kenangan dan sejarah luar biasa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, menjadikan kota ini tidak ada duanya.
Bisa kita bilang, Surabaya adalah kota besar yang berdiri gagah, namun masih menyimpan sendu di tengah hiruk pikuknya. Ya, kesenduan setelah menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.
Tapi, itu tidak boleh jadi penghalang karena selalu ada alasan untuk mengunjungi kota metropolitan terbesar setelah Jakarta ini. Tidak heran juga kalau ada banyak tempat wisata di Surabaya yang bisa dikunjungi seluruh anggota keluarga.
“Sayang kon tok saklawase”.
Artinya, ‘sayang kamu saja selamanya’. Satu kalimat yang pas buat Surabaya. Sebenarnya, ada apa saja sih di sana sampai rasanya kita bisa jatuh cinta pada kunjungan pertama?
Yuk, kita simak ulasan lengkap tempat wisata sejarah di Surabaya yang wajib kita kunjungi setidaknya sekali seumur hidup!
1. Tugu Pahlawan
Kurang afdol rasanya kalau jalan ke Surabaya tanpa berkunjung ke Tugu Pahlawan. Bisa dibilang, di sini adalah salah satu ikon kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan ini.
Tugu ini didirikan untuk memperingati pertempuran 10 November 1945 arek-arek Suroboyo melawan pasukan Sekutu. Di tugu ini kamu bisa menjelajahi museum yang juga berisi foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan.
Selain piknik tentunya, kamu juga bisa sekadar berkeliling di lahan sekitar tugu ini dan menikmati semilir angin di antara hamparan rumput hijau.
- Jam operasional:
07.00-15.00 WIB (Selasa-Jumat), 07.00-12.00 WIB (Sabtu-Minggu) - Alamat:
Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan - Cara ke sini:
Dari terminal JMP naik angkot Q warna merah trayek Bratang-JMP, turun di depan Tugu Pahlawan.
2. Klenteng sanggar agung
Saat liburan Imlek memang paling pas kalau berkunjung ke Klenteng Sanggar Agung. Konon, klenteng ini adalah tempat di mana Dewi Kwam Im menampakkan dirinya.
Klenteng ini sangat indah karena memang lokasinya yang terletak di pinggir pantai. Memang, biasanya klenteng terletak di tengah kota atau di dekat pemukiman warga.
Namun, klenteng yang berlokasi di Jalan Sukolilo 100, kompleks Pantai Ria Kenjeran ini memang sengaja dibangun di dekat pantai dan menyajikan pemandangan indah panorama hutan bakau yang bisa jadi spot foto yang oke.
- Tiket masuk:
Rp.10.000/ mobil, per 2 orang - Jam operasional:
09.00-17.00 - Cara ke sini:
Dari terminal Purabaya Bungurasih naik bus Damri menuju terminal Joyoboyo. Dari terminal Joyoboyo naik angkutan umum Lyn R tujuan Kenjeran, turun di Klenteng Sanggar Agung.
3. house of Sampoerna
Sampoerna adalah sebuah perusahaan rokok legendaris dan tertua di Indonesia sejak masa kolonial Belanda. Untuk bisa mengetahui lebih banyak informasi tentang cikal bakal berjayanya perusahaan ini serta bagaimana perkembangan rokok di Indonesia secara lengkap, dibuatlah Museum House of Sampoerna ini.
Hal paling menarik di museum ini adalah pengunjung dapat melihat langsung kegiatan para pekerja pabrik atau pelinting rokok yang terkenal dengan kecepatan tangannya. Dalam satu jam, satu orang pekerja bisa melinting 325 batang rokok lho.
Selain galeri dan pameran seni, area museum ini pun dilengkapi dengan cafe serta toko suvenir. Desain arsitektur gedungnya pun dibuat sangat indah sehingga siapa pun yang datang akan merasa betah.
- Jam operasional:
Setiap hari (09.00 s.d. 22.00 WIB) - Tiket masuk:
Gratis - Alamat:
Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya
Cara ke sini : Naik bus dari Terminal Purabaya menuju Jembatan Merah Plaza. Kalau sudah sampai sana, kamu bisa gunakan becak atau berjalan kaki menuju House of Sampoerna.
4. Monumen Kapal Selam
Monumen Kapal Selam atau lebih sering disebut Monkasel adalah salah satu bukti perjuangan pahlawan Indonesia saat melawan penjajah. Monumen ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu digunakan untuk operasi Trikora.
Melihat isi dari kapal selam ini bisa membuka wawasanmu tentang dunia angkatan laut. Selain itu, kamu pun bisa menyaksikan tayangan film tentang peristiwa pertempuran di Lautan Aru. Jangan lupa untuk ber-selfie ria saat di sini. Sebab, Monkasel adalah satu dari sekian banyak spot foto di Surabaya yang seru yang bisa dijadikan sebagai latar belakang foto.
- Jam operasional:
Setiap hari (08.00 s.d. 22.00 WIB) - Tiket masuk:
Rp 10.000 - Alamat:
Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Cara ke sini : Naik angkutan kota menuju Stasiun Gubeng, Delta Plaza, atau WTC. Dari sana kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai Monkasel.
5. Jalan Tunjungan
Jejak sejarah sangat terasa di area Jalan Tunjungan ini. Tempat ini dikenal sebagai kawasan bisnis sejak masa penjajahan Belanda. Suasana Surabaya tempo dulu bisa kamu nikmati saat berjalan kaki di sekitar kawasan ini.
Salah satu bangunan tua yang masih bertahan dari dulu hingga sekarang adalah Gedung Siola yang kini menjadi Tunjungan Center. Kamu pun bisa mampir ke Hotel Majapahit yang jadi saksi pecahnya peristiwa 10 November 1945. Selain berwisata sejarah, kamu juga bisa hunting foto dan kulineran di lokasi satu ini.
- Jam operasional:
Setiap hari (24 jam)
Khusus hari Minggu rutin diadakan Car Free Day sehingga kamu tak bisa membawa kendaraan saat ke sini - Tiket masuk:
Gratis - Alamat:
Jalan Tunjungan, Surabaya - Cara ke sini:
Gunakan bis kota jurusan Jembatan Merah atau Oso Wilangun yang melewati Jalan Darmo. Rute balik kedua bis kota ini akan melewati Jalan Tunjungan.
6. Monumen Bambu Runcing
Bambu runcing sudah dikenal sebagai senjata tradisional tentara Indonesia untuk melawan penjajah. Bahkan digunakan pula saat peristiwa 10 Maret 1945 di Surabaya. Inilah yang jadi alasan dibuatnya Monumen Bambu Runcing.
Saat melihat Monumen Bambu Runcing kamu pasti langsung teringat akan besarnya perjuangan pahlawan untuk merebut kemerdekaan kita. Di sekeliling monumen ini ada air mancur, kolam buatan, serta taman dengan berbagai tanaman hias. Kawasan tempat wisata ini biasanya digunakan oleh traveler dan warga setempat untuk bersantai dan ber-selfie ria.
- Jam operasional:
Setiap hari (24 jam) - Tiket masuk:
Gratis - Alamat:
Jl. Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya - Cara ke sini:
Gunakan bis kota jurusan Jembatan Merah. Saat melewati Jalan Panglima Sudirman kamu bisa berhenti di halte terdekat dan berjalan kaki menuju monumen ini.